Teks foto:

KADISPARBUDPORA HADIRI PEMBUKAAN TURNAMEN GASING PIRING SE-PROVINSI RIAU

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Reporter

BENGKALIS — DISPARBUDPORA, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis menghadiri Event Turnamen Gasing Piring Se-Provinsi Riau yang digelar oleh Pemerintah Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis pada hari Jum’at tanggal 09 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata daerah berbasis kearifan lokal.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pariwisata, Alwizar, S.K.M. Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Masyarakat, Drs. Johansyah Syafri, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Bobby Kurniawan, S.Sos, M.Si serta Camat Bantan, Rafli Kurniawan, S.IP, M.Si, Kepala Bidang Olahraga Disparbudpora Syamsudin beserta Jajaran.

Dalam keterangannya, Alwizar menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen gasing piring ini memiliki tujuan strategis, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi antar daerah, pelestarian permainan olahraga tradisional serta sarana pelestarian budaya lokal.

“Event ini diselenggarakan sebagai upaya menjaga dan melestarikan permainan tradisional gasing piring agar tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan antar daerah se-Provinsi Riau,” ujar Alwizar.

Lebih lanjut, Alwizar menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan event agar ke depan dapat berkembang hingga tingkat nasional bahkan mancanegara.

“Ke depan, event ini perlu dikemas lebih menarik, baik dari sisi promosi, fasilitas pendukung, maupun kolaborasi dengan pelaku seni dan UMKM. Jika dikelola dengan baik dan dipromosikan secara konsisten, bukan tidak mungkin turnamen gasing piring ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.

Menurut Alwizar, turnamen gasing piring merupakan event wisata budaya yang memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

“Gasing piring bukan sekadar permainan, tetapi memiliki nilai budaya dan filosofi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Melayu. Melalui event ini, kita ingin memperkenalkan dan menegaskan bahwa permainan tradisional adalah aset budaya yang layak diangkat sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Alwizar juga menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kehadiran peserta dan pengunjung dari luar daerah tentu berdampak pada meningkatnya tingkat hunian penginapan, hotel, serta perputaran ekonomi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa event budaya juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD, Setidaknya selama 3 hari kedepan minimal ada 300 orang tamu yang beraktifitas di Desa Bantan Sari ini. Bisa dibayangkan perputaran ekonominya dan juga rumah2 masyarakat dapat disewa sebagai home stay bagi peserta” ungkap Alwizar.

Pada Event Turnamen Gasing Piring kali ini diikuti oleh 30 Tim Peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Riau seperti Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis sendiri. Dengan terselenggaranya Turnamen Gasing Piring Se-Provinsi Riau ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi agenda pariwisata unggulan yang mampu mengangkat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir mendampingi Kabid Pariwisata Disparbudpora, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Wahidun, S.Hum.


Tim Redaksi

Diana Susanti, S.Akun
Diana Susanti, S.Akun

Editor

Nurhidayat, SE
Nurhidayat, SE

Fotografer

Berita Lainnya