DISPARBUDPORA- PEKANBARU Bupati Kasmarni dan Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution menandatangani nask.
Kabid Alwizar Menjadi Pengisi Acara Dialog Interaktif Negeri Junjungan Menyapa di Rri Bengkalis
Diana Susanti, S.Akun
Reporter
DISPARBUDPORA, BENGKALIS - Dinas Pariwisata Kebudayaan kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, khusus nya Bidang Pariwisata adalah Bidang yang juga berperan untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 24 Tahun 2019 pasti akan mendorong pelaku ekonomi kreatif agar tumbuh menjadi industri kreatif. hal itu yang di ungkapkan Alwizar saat menjadi pengisi acara mewakili Kadis Parbudpora pada dialog interaktif bersama dengan Radio Republik Indonesia (Rri) Pro 1 Bengkalis dengan tema "Membangun Kawasan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bengkalis." Senin (29/01/2024).
"Pemerintah Kabupaten Bengkalis sesuai dengan amanah UU nomor 24 Tahun 2019 tentu mendorong pelaku ekonomi kreatif agar tumbuh menjadi industri kreatif. Secara konkritnya Pemkab Bengkalis berperan dalam pengembangan riset, pengembangan pendidikan, fasilitasi pendanaan dan pembiayaan. kemudian penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran, pemberian insentif, fasilitasi kekayaan intelektual dan pelindungan hasil kreativitas". Jelas Alwizar.
"Untuk mewujudkan hal tersebut tentu perlu adanya Peraturan Daerah Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Peraturan Kepala Daerah tentang Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten". Tambah Alwizar.
Sebelumnya Alwizar menuturkan Ekonomi Kreatif yang paling dominan dan berkembang di Bengkalis adalah sektor kuliner, fashion, dan arsitektur.
"terdapat 17 Sub Sektor Ekonomi Kreatif, yaitu pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fashion dan kuliner. Kemudian film, animasi, video fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan dan penerbitan Aplikasi. Di Kabupaten Bengkalis, hampir semua sub sektor tersebut ada dan berkembang. Namun yang paling dominan tentu saja sektor kuliner, fashion, dan arsitektur". Tutur Alwizar.
Turut hadir sebagai narasumber Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Kabupaten Bengkalis, Erik Mananta.
Berita Lainnya
DISPARBUDPORA, BATAM - Dihari ke-3 Karya Wisata Atlet Berprestasi, Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Iwan Desheryawan mengajak s.
DISPARBUDPORA, INDRAGIRI HULU- kadis parbudpora Kabupaten Bengkalis menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pariwisata se R.
DISPARBUDPORA, BENGKALIS – Kharisma Event Nusantara (KEN) Festival Rupat 2024, merupakan event besar yang akan dilaksanakan.
Tulisan Jawi merupakan sistem tulisan Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Melayu. Keberadaannya pernah mendominasi.














