Teks foto: Foto Bersama Maestro Kompang Bengkalis

Kabid Kebudayaan Khairani, Dampingi Maestro Kompang Pada Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Reporter

DISPARBUDPORA, BENGKALIS - Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis Khairani, mewakili Kadisparbudpora untuk mendampingi Maestro Kompang dalam Sidang Penetapan Warisan Takbenda Indonesia tahun 2022, di Ruang Rapat Disparbudpora. Kamis, (28/09/2022).

Sidang Penetapan Warisan Tak Benda Indonesia yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh seluruh Provinsi dan Kabupaten Se-Indonesia. Kabupaten Bengkalis berhasil meloloskan satu Warisan Tak Benda yaitu Kompang.

Dalam Sidang Penetapan Warisan Tak Benda dari Bengkalis hadir Maestro Kompang Jailani yang sering dipanggil Suloh dan Musrial. Dalam kesempan ini memaparkan tentang Kompang yang ada di Bengkalis.

Melalui Zoom Meeting, Jailani menyampaikan bahwah beliau sudah lama bergelut dibidang perkompangan, bukan hanya bisa memainkannya, namun beliau juga mahir dalam pembuatan kompang dan sering menjadi rujukan dalam pembuatan Kompang.

“Bergelut dibidang Kompang ini saya sudah lama, Saya bukan hanya mampu memainkannya, namun juga mahir dalam pembuatan Kompang”. Terang Jailani.

Kabid Kebudayaan Khairani juga menjelaskan, di Bengkalis Kompang ini sudah menjadi penampilan yang wajib di setiap acara adat, perkawinan maupun acara-acara yang diselenggarakan oleh Pemda Bengkalis.

“Kompang di Bengkalis sudah menjadi barang yang wajib dimainkan dalam acara-acara. Baik acara adat, perkawinan maupun acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis”. Terang Khairani.

Beliau menambahkan, di Bengkalis Jailani dan Musrial termasuk salah seorang Maestro Kompang yang dari dulu sampai sekarang terus aktif dalam dunia perkompangan. Baik dalam hal seni memainkannya maupun pembuatannya.  

“Di Bengkalis, Pak Jailani dan Pak Musrial ini adalah salah satu Maestro Kompang yang sejak dulu sampai sekarang terus aktif. Bahkan mereka sudah sangat faham dengan seni memainkan kompang maupun dalam pembuatan Kompang”. Tutur Khairani.


Tim Redaksi

Syahrul Nizam, S.Pd. I
Syahrul Nizam, S.Pd. I

Editor

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Fotografer

Berita Lainnya