Teks foto:

Tindaklanjuti Studi Banding, Disparbudpora Bengkalis Matangkan Pembenahan Tata Kelola Taman Satwa

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Reporter

BENGKALIS – DISPARBUDPORA,  Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat membahas hasil studi banding Dokter Hewan Taman Satwa Selatbaru ke Jakarta, khususnya terkait tata cara pengelolaan taman satwa serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, ST, MT, dan dihadiri oleh Dokter Hewan Taman Satwa Selatbaru, Sekretaris Disparbudpora serta Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis.

Pembahasan rapat difokuskan pada hasil yang diperoleh dari studi banding, termasuk berbagai hal yang berkaitan dengan tata kelola taman satwa yang baik dan profesional. Hasil tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk melakukan pembenahan dalam pengelolaan Taman Satwa Selatbaru.

Plt. Kadisparbudpora Bengkalis, Ardiansyah, menegaskan bahwa salah satu hal penting yang perlu segera ditindaklanjuti adalah penataan dan penyusunan SOP pengelolaan taman satwa.

“Selanjutnya SOP harus dirapikan dan dibuatkan. SOP pemberian makanan, menu makanan, dan lainnya harus jelas,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, SOP diperlukan agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pengelolaan satwa memiliki standar yang jelas. Mulai dari pemberian pakan, jenis dan menu makanan, hingga berbagai prosedur pemeliharaan lainnya perlu disusun secara sistematis.

Selain pembenahan SOP, Ardiansyah juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang bekerja dan berinteraksi langsung dengan satwa.

Ia menyebutkan, para pekerja yang memiliki ketertarikan dan kepedulian terhadap hewan perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pendidikan maupun pelatihan.

“Pekerja yang cenderung suka sama hewan, kita sekolahkan bagaimana cara memelihara dan lainnya. Kita berikan pelatihan yang ada di luar Bengkalis,” katanya.

Ardiansyah berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan para pekerja, tetapi juga dapat menghasilkan tenaga yang memiliki sertifikasi resmi sesuai dengan bidangnya.

“Agar ada sertifikasi yang sah. Jadi kebun binatang kita lebih profesional,” tegasnya.

Ia menambahkan, profesionalisasi pengelolaan Taman Satwa Selatbaru perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak hanya melalui pembenahan fasilitas dan SOP, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan satwa.

Melalui tindak lanjut hasil studi banding tersebut, Disparbudpora Kabupaten Bengkalis berharap pengelolaan Taman Satwa Selatbaru ke depan semakin tertata, memiliki standar operasional yang jelas, serta didukung tenaga pengelola yang kompeten dan bersertifikasi.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan Taman Satwa Selatbaru sebagai salah satu destinasi wisata dan sarana edukasi bagi masyarakat di Kabupaten Bengkalis.


Tim Redaksi

Diana Susanti, S.Akun
Diana Susanti, S.Akun

Editor

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Fotografer

Berita Lainnya