Teks foto:

Kepala Disparbudpora Bengkalis Sambut Audiensi BRIN, Bahas Kajian Suaka Harimau Sumatera

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Reporter

BENGKALIS – DISPARBUDPORA,  Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis menyambut audiensi Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan (KPMKK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (25/9/2026).

Audiensi yang berlangsung di Kantor Disparbudpora Kabupaten Bengkalis tersebut merupakan bagian dari rangkaian Survei Lapangan Pengumpulan Data Penyusunan Dokumen Kajian Kelayakan (Feasibility Study) Suaka Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Bukit Batu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan BRIN bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Audiensi dilakukan sebagai diskusi awal dengan pemerintah daerah terkait rencana penyusunan kajian kelayakan tersebut. 

Dalam pertemuan tersebut, Disparbudpora Kabupaten Bengkalis turut dihadiri Alwizar, Kepala Bidang Pariwisata, dan Khairani, Kepala Bidang Kebudayaan, dan juga staf dari Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Sementara dari BRIN hadir Hafizhuddin, S.Ark., M.A. sebagai delegasi. 

Alwizar menyampaikan, audiensi tersebut menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi antara BRIN dan pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi masyarakat dan potensi pariwisata di sekitar wilayah yang menjadi bagian dari kajian.

“Kami menyambut baik audiensi ini sebagai bagian dari upaya membangun koordinasi dan komunikasi dengan BRIN. Informasi dan masukan dari pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi bahan pendukung dalam proses kajian yang sedang dilakukan,” ujar Alwizar.

Secara tidak langsung, Alwizar menjelaskan bahwa Disparbudpora siap memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan kewenangannya, terutama terkait informasi yang berkaitan dengan aspek pariwisata dan kondisi sosial masyarakat yang relevan dengan pembahasan.

Sementara itu, Khairani mengatakan bahwa aspek kebudayaan dan keberadaan masyarakat serta tokoh adat juga menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan dalam proses pengumpulan data.

“Perspektif masyarakat dan tokoh adat merupakan bagian penting dalam memahami hubungan masyarakat dengan lingkungan dan satwa yang ada di wilayah tersebut. Karena itu, komunikasi dan penggalian informasi dari berbagai pihak perlu dilakukan secara baik,” ungkap Khairani.

Secara tidak langsung, Khairani menekankan pentingnya melihat persoalan tersebut tidak hanya dari sisi konservasi, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.

Dari pihak BRIN, Hafizhuddin, S.Ark., M.A., menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari tahapan awal kegiatan pengumpulan data untuk penyusunan Dokumen Kajian Kelayakan Suaka Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Bukit Batu.

“Audiensi ini merupakan bagian dari diskusi awal kami dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan informasi dan data mengenai persepsi masyarakat serta tokoh adat terhadap harimau Sumatera,” kata Hafizhuddin.

Secara tidak langsung, Hafizhuddin menyampaikan bahwa informasi dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat dibutuhkan sebagai bahan dalam proses penyusunan kajian, khususnya untuk memperoleh gambaran mengenai persepsi masyarakat dan tokoh adat terhadap keberadaan harimau Sumatera. Agenda permohonan data tersebut juga tercantum secara khusus dalam surat audiensi BRIN. 

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung proses pengumpulan data serta penyusunan kajian kelayakan Suaka Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Bukit Batu.


Tim Redaksi

Diana Susanti, S.Akun
Diana Susanti, S.Akun

Editor

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Fotografer

Berita Lainnya