Teks foto:

Disparbudpora Bengkalis Tinjau Kesenian Zapin Api di Rupat, Perkuat Upaya Pelestarian Budaya Melayu

Diana Susanti, S.Akun
Diana Susanti, S.Akun

Reporter

RUPAT – DISPARBUDPORA,  Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis melakukan peninjauan terhadap kesenian tradisional Zapin Api di Pulau Rupat, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung keberadaan, keunikan, serta potensi pelestarian salah satu warisan budaya khas masyarakat Melayu di Kabupaten Bengkalis.

Zapin Api merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Pulau Rupat dan memiliki daya tarik tersendiri. Kesenian ini memadukan unsur gerak, irama, dan atraksi api dalam sebuah pertunjukan yang sarat dengan nilai tradisi serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Peninjauan tersebut menjadi langkah penting untuk mengenal lebih dekat kondisi kesenian Zapin Api, termasuk keberadaan para pelaku seni yang berperan dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Melalui kegiatan ini, Disparbudpora dapat melihat potensi Zapin Api sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Sebagai salah satu kesenian khas Pulau Rupat, Zapin Api tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu. Keberadaannya mencerminkan kekayaan ekspresi seni tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Upaya pelestarian kesenian tradisional menjadi penting di tengah perkembangan zaman, agar warisan budaya daerah tetap dikenal oleh generasi muda dan tidak kehilangan eksistensinya. Dukungan terhadap para pelaku seni, pendokumentasian tradisi, serta pengenalan kesenian melalui kegiatan kebudayaan dapat menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan Zapin Api.

Selain memiliki nilai budaya, Zapin Api juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Pulau Rupat. Keunikan kesenian ini dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal tradisi masyarakat Melayu sekaligus menikmati kekayaan seni budaya Kabupaten Bengkalis.

Melalui peninjauan ini, diharapkan potensi Zapin Api dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata daerah.

Disparbudpora Kabupaten Bengkalis terus mendorong perhatian terhadap kekayaan seni dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Kesenian Zapin Api di Pulau Rupat menjadi salah satu warisan budaya yang patut dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan secara lebih luas sebagai kebanggaan masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Zapin Api adalah bagian dari kekayaan budaya Melayu Pulau Rupat yang memiliki nilai tradisi dan potensi wisata. Pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.


Tim Redaksi

Muhammad Kazar, A.Md
Muhammad Kazar, A.Md

Editor

Diana Susanti, S.Akun
Diana Susanti, S.Akun

Fotografer

Berita Lainnya