DISPARBUDPORA, SIAK - Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Alwizar ingatkan Peserta Pelatihan untuk terapkan ilmu yang didapat s.
Revitalisasi Tulisan Jawi dalam Konteks Sejarah Bahasa Indonesia
Muhammad Kazar, A.Md
Reporter
Tulisan Jawi merupakan sistem tulisan Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Melayu. Keberadaannya pernah mendominasi dunia literasi Nusantara, khususnya di wilayah-wilayah berbudaya Melayu seperti Sumatra, Kalimantan, dan pesisir Jawa. Melalui aksara Jawi, berbagai teks keagamaan, sastra, hukum, dan surat menyurat antar kerajaan ditulis dan disebarluaskan, menjadikan Jawi sebagai bagian penting dari sistem komunikasi dan pendidikan lokal sebelum kedatangan sistem Barat.
Dalam sejarah bahasa Indonesia, tulisan Jawi memiliki peran yang signifikan. Bahasa Melayu klasik yang menjadi fondasi bahasa Indonesia modern dituliskan secara luas menggunakan aksara Jawi. Oleh karena itu, naskah-naskah Melayu dalam aksara Jawi menjadi sumber utama dalam menelusuri perkembangan leksikon, struktur, dan gaya ungkap yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Banyak kosakata dari Arab yang masuk ke dalam bahasa Melayu melalui Jawi dan kini menjadi bagian dari bahasa Indonesia, seperti ilmu, hikmah, musyawarah, dan amanah.
Namun, seiring kolonialisasi dan pengaruh Barat, tulisan Jawi secara perlahan tergantikan oleh huruf Latin. Proses ini diperkuat oleh sistem pendidikan kolonial yang lebih mengedepankan penggunaan huruf Latin dalam kurikulum. Akibatnya, generasi baru tidak lagi mengenal Jawi, dan banyak naskah klasik menjadi sulit diakses dan dipahami.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul gerakan revitalisasi tulisan Jawi sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dan sejarah literasi Nusantara. Upaya ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti digitalisasi naskah kuno, pengajaran Jawi di lembaga pendidikan Islam, dan pelatihan membaca Jawi bagi generasi muda. Lembaga kebudayaan dan akademisi juga mulai memberikan perhatian pada pentingnya transliterasi dan pengkajian naskah Jawi untuk membuka kembali pemahaman terhadap sejarah pemikiran dan perkembangan bahasa Indonesia.
Revitalisasi Jawi bukan semata-mata nostalgia masa lalu, tetapi langkah penting dalam menguatkan identitas budaya dan sejarah bahasa Indonesia. Dengan menghidupkan kembali pemahaman terhadap tulisan Jawi, kita tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga memperkaya khazanah linguistik bangsa yang menjadi bagian dari perjalanan panjang bahasa Indonesia menuju kedewasaan.
Ditulis oleh : Muhammad Hafiz (202401020)
Mahasiswa ISNJ Bengkalis, Jurusan Akuntansi Syariah
Berita Lainnya
BENGKALIS- DISPARBUDPORA, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten .
DISPARBUDPORA, MANDAU - Kepala Dinas Pariwisata Kebudahaan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisparbudpora) Edi Sakura melepas keber.
Dalam rangka mengembangkan Budaya Melayu di Bengkalis, Pemerintah Desa Meskom menggelar Festival Lagu Melayu, yang dibuka Se-.
DISPARBUDPORA, RUPAT UTARA - Sebagai salah satu upaya dalam mendorong peningkatan kualitas layanan akomodasi Homestay yang be.












